Lampung dan Pesawaran Bidik Pasar Global, Hilirisasi Kakao Diperkuat

Lampung dan Pesawaran Bidik Pasar Global, Hilirisasi Kakao Diperkuat

TANGERANG, BANTEN — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperkuat hilirisasi kakao melalui kerja sama dengan investor dan mitra internasional. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, memperluas akses pasar, serta mendorong kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut mengemuka dalam forum International Trade Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Pesawaran Nanda Indira hadir sebagai pembicara dalam forum yang membahas kolaborasi untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.

Salah satu langkah konkret ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan PT Klumbayan Gold Farm, serta perjanjian kerja sama (PKS) dengan JIKA Chocolat terkait pembelian dan peningkatan standar produk kakao.

Kemitraan tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas hasil perkebunan, dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri serta pasar internasional.

Nanda Indira Dorong Kakao Pesawaran Naik Kelas

Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, pengembangan kakao merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Pesawaran perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

“Pertemuan ini bertujuan untuk bagaimana kita memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan berkolaborasi bersama para mitra untuk membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” ujar Nanda.

Melalui kerja sama tersebut, pengembangan kakao diharapkan tidak berhenti pada penjualan hasil perkebunan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produk dan pemenuhan standar yang dibutuhkan pembeli.

Gubernur Lampung Tekankan Nilai Tambah Komoditas

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengembangkan kakao sebagai komoditas unggulan daerah.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, pelaku industri, dan petani dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan daya saing produk perkebunan Lampung.

“Saya sangat menyambut baik pertemuan malam ini dengan mitra-mitra pembangunan di Kabupaten Pesawaran, dan saya juga turut mengapresiasi langkah-langkah ini yang pada akhirnya nanti untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak komoditas unggulan di Pesawaran,” kata Rahmat Mirzani.

Lampung memiliki sejumlah komoditas perkebunan potensial, antara lain kopi, lada, dan kakao. Pengembangan komoditas tersebut membutuhkan dukungan peningkatan mutu, kapasitas produksi, pengolahan pascapanen, serta pemenuhan standar pasar internasional.

Karena itu, penguatan investasi dan akses ekspor dinilai penting agar komoditas unggulan daerah mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Investor Siapkan Rantai Pasok Hijau

Direktur PT Klumbayan Gold Farm, Arif Rachman, menyampaikan rencana pengembangan rantai pasok hijau atau green supply chain di Lampung untuk komoditas lada hitam, kopi, dan kakao.

Menurut Arif, pengembangan tersebut akan melibatkan mitra dari Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, serta organisasi internasional lainnya.

“Kita sudah mulai penjajakan untuk lada hitam dari tahun 2023, dan sudah berhasil diekspor langsung dari petani ke pasar Eropa. Kemudian ke depannya kita akan coba kembangkan komoditas kakao dan kopi,” ungkap Arif.

Rencana tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan pasar bagi komoditas perkebunan Lampung. Namun, keberhasilan perluasan pasar akan bergantung pada kesinambungan pasokan, konsistensi kualitas, pemenuhan standar pembeli, serta kesiapan petani dan pelaku usaha.

Kolaborasi pemerintah, investor, industri, dan petani diharapkan mampu memperkuat rantai pasok serta memperluas akses pemasaran kakao Pesawaran dan komoditas unggulan Lampung lainnya.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, hilirisasi kakao diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Tinggalkan Balasan