Pemkot Bandar Lampung Dorong Digitalisasi Koperasi Berbasis SIMKOPDES dan ODS Mandiri

Pemkot Bandar Lampung Dorong Digitalisasi Koperasi Berbasis SIMKOPDES dan ODS Mandiri

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mendorong transformasi digital dalam pengelolaan koperasi melalui Pelatihan Digitalisasi Koperasi Berbasis SIMKOPDES dan ODS Mandiri di Gedung Semergou, Jumat (2/10/2026).

Mengusung tema “Transformasi Digital Koperasi Menuju Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel”, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandar Lampung memperkuat tata kelola koperasi agar lebih tertib, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan dibuka Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandar Lampung Eka Apriana yang hadir mewakili Wali Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Eka mengatakan digitalisasi koperasi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pemanfaatan sistem digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kualitas administrasi, pelaporan, serta pengelolaan koperasi secara lebih terukur.

“Melalui penerapan SIMKOPDES dan ODS Mandiri, diharapkan pengelolaan koperasi di Kota Bandar Lampung semakin tertib administrasi, akuntabel dalam pelaporan keuangan, serta mampu meningkatkan kepercayaan anggota dan daya saing koperasi,” ujar Eka.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas pengurus koperasi menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan yang efektif bagi anggota.

Digitalisasi diharapkan membantu pengurus menjalankan administrasi dan pelaporan secara lebih sistematis, sekaligus mendukung tata kelola koperasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan tersebut diikuti para pengurus koperasi se-Kota Bandar Lampung dan turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bandar Lampung.

Melalui kegiatan ini, Pemkot berharap para pengurus koperasi semakin memahami dan mampu memanfaatkan sistem digital untuk mendukung operasional organisasi.

Penerapan digitalisasi juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem koperasi di Bandar Lampung agar lebih adaptif, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu meningkatkan pelayanan dan kepercayaan anggota.

Dengan pengelolaan berbasis teknologi, koperasi di Bandar Lampung diharapkan semakin efisien dalam administrasi sekaligus memiliki daya saing lebih kuat dalam mendukung perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan