Kasrem 043/Gatam Dampingi Kasdam XXI/RI Tutup TMMD ke-129 di Bandar Lampung

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), mendampingi Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., pada Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/KBL di Lapangan Manuja, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026).

Upacara mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan diikuti unsur TNI-Polri, Pemerintah Kota Bandar Lampung, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Dalam amanat Pangdam XXI/Radin Inten yang dibacakan Kasdam XXI/RI, disampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selama 30 hari pelaksanaan, Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan berbagai program pembangunan secara gotong royong. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kasrem 043/Gatam mengatakan, hasil pembangunan TMMD perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Semoga hasil pembangunan TMMD ini dapat dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kebersamaan TNI, pemerintah dan masyarakat juga harus terus dijaga,” ujar Kasrem.

Usai upacara, Kasdam XXI/RI bersama rombongan meninjau sejumlah hasil program TMMD ke-129 di wilayah Kelurahan Pinang Jaya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL menjadi momentum untuk memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bandar Lampung.*

Syukuran HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten, Tegaskan Komitmen “Bekerja dengan Hati”

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG – Komandan Korem (Danrem) 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., mengikuti syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodam XXI/Radin Inten di Aula Sudirman, Makodam XXI/RI, Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).

Syukuran dipimpin Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., (Han). serta dihadiri Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E., Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., serta jajaran Forkopimda Lampung dan Bengkulu.

Dalam Sambutannya, Pangdam XXI/RI menyampaikan bahwa HUT ke-1 menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian Kodam XXI/RI selama satu tahun. Berbagai program strategis pemerintah dan program unggulan TNI Angkatan Darat telah dilaksanakan, antara lain ketahanan pangan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Koperasi Merah Putih, Manunggal Air, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penghijauan, serta pencegahan stunting.

Mengusung tema “Bekerja dengan Hati”, Pangdam menekankan pentingnya sikap ikhlas, loyal, profesional, dan adaptif dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi prajurit dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan negara di tengah dinamika tugas yang terus berkembang.

Danrem 043/Gatam menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan soliditas seluruh komponen bangsa. Korem 043/Gatam, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelaksanaan tugas Kodam XXI/RI, menjaga stabilitas wilayah, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, syukuran juga dilaksanakan di Aula Pamungkas Makorem 043/Gatam. Kegiatan dipimpin Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han)., dan diikuti para Kasi Kasrem, Dan/Kasatdisjan, Dan/Kabalakrem, serta pengurus Persit KCK Koorcab Rem 043/PD XXI/Radin Inten.

Rangkaian syukuran HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten berlangsung sebagai wujud rasa syukur sekaligus penguatan komitmen seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.*

Pengurus PMI Lampung Selatan Resmi Dilantik, Wakil Bupati Syaiful Anwar Titip Tiga Misi Besar Pelayanan Kemanusiaan

Lamsel – Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh…

BPBPK Lampung Perkuat Komitmen Penerapan LLTT di Lampung Selatan, Langkah Nyata Wujudkan Sanitasi Aman dan Berkelanjutan

Lamsel – Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Lampung bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus…

Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Tingkat Provinsi, Kabupaten  Dan Kota DI Propinsi Lampung, Perkuat Gerakan Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat 

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 28 Juli 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menyelenggarakan Pengukuhan Bunda Literasi keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung sebagai langkah strategis memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Lampung.

Kegiatan ini di lakukan dalam Puncak Kegiatan Festival Literasi, yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Pengukuhan ini merupakan bagian dari
komitmen bersama dalam meningkatkan
pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta penguatan perlindungan konsumen dan masyarakat dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

Bunda Literasi Keuangan ini diharapkan
menjadi figur inspiratif sekaligus motor
penggerak edukasi keuangan di tengah keluarga dan masyarakat.

Melalui peran tersebut, Bunda Literasi Keuangan dapat mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, membangun budaya menabung dan berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap
investasi ilegal,pinjaman online ilegal, dan
berbagai bentuk penipuan keuangan digital
yang saat ini masih marak terjadi.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung, yang dibacakan oleh Kepala Divisi Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan ini amanah mulia dalam wadah GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) .

Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM kita agar semakin cerdas dan cermat berurusan dengan keuangan.

Selain itu, peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejah
tera dan tangguh secara ekonomi.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang
memahami produk dan layanan keuangan,
tetapi juga membentuk perilaku keuangan
yang bijak.

Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Ibu Jihan Nurlela, yang hadir dalam kegiatan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara OJK, Pemerintah Daerah,

Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program peningkatan literasi keuangan di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, ibu Jihan Nurlela
mendorong seluruh Bunda Literasi agar
terus menjadi penggerak di tengah masyarakat dengan hadir lebih dekat di lingkungan keluarga, sekolah, desa,taman bacaan, dan komunitas. “Sebab sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya,dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” ucapnya.

Adapun Bunda Literasi Keuangan yang dikukuhkan dalam kegiatan ini yaitu Ibu Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, Hj Eva Dwiana sebagai Bunda Literasi Keuangan Kota Bandar Lampung, Ibu Hj, Elfianah, S. E sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Mesuji, Ibu Herlinawati Qudrotul, SH sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tulang Bawang, Ibu Partinia, S.Pd, MM sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Barat, Ibu Zita Anjani, S.Sos,Msc sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Selatan, Ibu Ayu Asalasiyah, S. Ked sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Way Kanan, Ibu Drg. Meri Farida Hamartoni sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Utara, Ibu Dian Hardiyanti, S.ST, MM sebagai Bunda Literasi keuangan Kabupaten Pesisir Barat, Ibu Rahayu Sri Astutik sebagai Bunda Literasi
Keuangan Kabupaten Pringsewu, Ibu Ni Ketut Dewi Nadi, S.T sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Tengah,Ibu Eni Sumiati Bambang, S.I.P sebagai Bunda
Literasi Keuangan Kota Metro, Ibu Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Pd sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tanggamus, Ibu Aria
Sandi, S.E, MM sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Pesawaran, Ibu Hj Huzaimah Azwar Hadi, S.E Sebagai bunda Literasi keuangan Kabupaten Lampung Timur, serta Ibu Novianti Novriawan sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Bersamaan dengan kegiatan ini, OJK Provinsi
Lampung juga menyampaikan pembekalan
Mengenai literasi Keuangan kepada Bunda
Literasi Keuangan, mengisi Talkshow Edukasi
Keuangan kepada pelajar dan mahasiswa,
membuka layanan untuk konsumen dan
masyarakat, layanan permintaan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) serta pembukaan Pojok Literasi Keuangan, yang
akan membantu masyarakat untuk memperoleh informasi yang diperlukan seputar literasi Keuangan.

Melalui pengukuhan ini, Bunda Literasi
Keuangan Provinsi dan Kabupaten/Kota di
harapkan dapat menginisiasi berbagai prog
ram edukasi yang menyasar perempuan,
pelaku UMKM, pelajar,mahasiswa, pekerja,
petani, nelayan, penyandang disabilitas,
lansia, serta kelompok masyarakat prioritas
lainnya sehingga manfaat literasi keuangan
dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan
akan terus memperkuat kolaborasi dalam
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
sebagai upaya mendukung pertumbuhan
ekonomi daerah yang inklusif,meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, serta mewujud
kan masyarakat Lampung yang semakin
cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam
menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.*

Pemkab Lampung Selatan Hadirkan Kembali DAMRI di Kalianda, Rute Langsung ke Jakarta-Bandung-BSD

Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat sinergi dengan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI guna…

Dua Jenazah Tanpa Identitas di RSUD dr. H. Bob Bazar, Masyarakat Diminta Bantu Identifikasi

Kalinada – RSUD dr. H. Bob Bazar, SKM, Kabupaten Lampung Selatan mengumumkan informasi mengenai keberadaan dua…

Meriahkan Usia ke-45, SMA YP Unila Gelar Jalan Sehat dan Potong Tumpeng

JurnalKota.net – BANDAR LAMPUNG –SMA YP Unila sukses menggelar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dengan penuh kemeriahan dan rasa syukur. Mengusung tema “45 Tahun Melangkah Bersama Mengukir Prestasi Untuk Masa Depan”, sekolah yang dikenal dengan jargon “Sekolahnya Juara, Juaranya Sekolah” ini kembali menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi berprestasi.
Tahun 2026 ini menjadi masa keemasan bagi YP Unila di bawah nahkoda Dr. Ryzal Perdana, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pengurus YP Unila.

Lembaga pendidikan ini terbukti mampu mencetak berbagai raihan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui berbagai program inovatif dan sinergi yang berdampak lintas sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi jalan sehat bersama yang diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, staf, hingga para siswa.

Pengibaran bendera start bermotif kotak-kotak menandai dimulainya jalan sehat, di mana para peserta berbaris rapi dan bersemangat menyusuri rute jalan raya. Kemeriahan berlanjut pada puncak acara yang ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi SMA YP Unila dalam mendidik generasi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membawa lembaga pendidikan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Untuk membawa YP Unila semakin maju dan berdaya saing, dibutuhkan sinergi pentahelix yang kuat antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh elemen ini, SMA YP Unila akan mampu terus mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.

Acara perayaan HUT ke-45 ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Dewan Pembina YP Unila, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Kepala SMA YP Unila, Dra. Hj. Mey Sriyani, M.M., jajaran Dewan Pengawas, serta segenap alumni dan mitra civitas akademika.

Melalui momentum usia ke-45 tahun ini, SMA YP Unila optimis untuk terus bertransformasi menjadi sekolah pilihan yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.*

Opini Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai perbedaan pandangan. Belakangan ini, ruang publik kerap diwarnai dengan narasi yang mengkhawatirkan. Ada pihak yang ketika tidak sependapat dengan kritik justru menyuruh orang lain untuk pindah ke negara lain. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan sebutan-sebutan yang bernada menghina, seperti “londo ireng”, kepada jurnalis, wartawan, reporter, aktivis LSM, pengamat, akademisi, maupun masyarakat yang menyampaikan kritik.

Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi caci maki, pelabelan, dan penghinaan. Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran pers, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat justru menjadi salah satu pilar yang membantu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya memandang bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan argumentasi, data, dan diskusi yang bermartabat. Apabila ada kritik yang dianggap keliru, bantahlah dengan fakta dan penjelasan yang objektif. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi serangan terhadap identitas pribadi atau penghinaan yang dapat memperkeruh suasana.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam ruang publik. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut juga harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Begitu pula dalam menanggapi kritik, setiap pihak hendaknya mengedepankan kedewasaan, bukan emosi yang berujung pada ujaran yang merendahkan.

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, mari kita jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi. Demokrasi akan semakin kuat apabila setiap perbedaan disikapi dengan kepala dingin, menghormati martabat sesama, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, menjunjung tinggi etika, serta membangun budaya diskusi yang santun. Dengan demikian, perbedaan pendapat akan menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi, bukan sumber perpecahan.*

Founder Read Aloud Lampung Berbagi Teknik Membaca Nyaring dalam Webinar RELIMA

JurnalKota.net – LAMPUNG – Upaya menghidupkan kembali koleksi buku di perpustakaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar Membaca Nyaring (Read Aloud) yang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 10.45–12.00 WIB secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi para relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua, hingga pegiat literasi agar mampu memanfaatkan buku-buku yang tersedia di perpustakaan melalui metode membaca nyaring. Selain meningkatkan minat baca, teknik tersebut dinilai efektif membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini.

Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, dipercaya menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Ia akan mengulas konsep dasar membaca nyaring, manfaatnya terhadap perkembangan bahasa anak, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun perpustakaan.

Menurut Anggun, membaca nyaring bukan hanya aktivitas membacakan isi buku, tetapi juga proses membangun kemampuan berbahasa secara bertahap. Anak yang terbiasa mendengarkan cerita akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan keterampilan berbicara, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.

Sementara itu, Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus RELIMA Perpusnas RI Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari strategi agar koleksi buku yang dimiliki perpustakaan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi, sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” kata Yoga.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penguatan kapasitas para relawan literasi agar mampu menghadirkan aktivitas membaca yang lebih menarik dan interaktif di wilayah masing-masing.

Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi lintas RELIMA di Provinsi Lampung yang melibatkan relawan dari Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan membaca nyaring di berbagai daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku yang telah tersedia di perpustakaan desa, sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun perpustakaan umum. Dengan semakin banyak masyarakat yang mempraktikkan membaca nyaring, budaya membaca di Lampung diharapkan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan.*