Ketua KNPI Lampung Apresiasi Aksi Damai, Ajak Elemen Masyarakat Jaga Persatuan

JurnalKota.net – Bandar Lampung — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.M., mengapresiasi aksi unjuk rasa yang digelar elemen mahasiswa, masyarakat, dan ojek online (ojol) di Lampung berlangsung aman, damai, dan kondusif.

Menurut Iqbal, situasi kondusif tersebut tidak terlepas dari kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, atau yang akrab disapa Yai Mirza, yang membuka ruang dialog serta mendengarkan aspirasi dan tuntutan dari para masa aksi.

“Yai Mirza adalah contoh pemimpin dengan gaya komunikasi dan pendekatan ke masyarakat yang sangat baik perlu kita contoh dan beliau mau mendengar Aspirasi Masyarakat di bumi Lampung. Kepemimpinan beliau berhasil memberi warna baru di tengah dinamika politik nasional maupun daerah,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, ruang dialog dan duduk bersama masyarakat tanpa skat/pembatas yang dibangun pemerintah daerah bersama elemen masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi aman tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai Ketua DPD KNPI Lampung, Iqbal juga mengajak mahasiswa, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas serta mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi.

“Pemuda dan mahasiswa adalah motor perubahan. Mari kita bersatu untuk kemajuan Lampung, menjaga persatuan, serta memperkuat kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai,” tegasnya.*

IKBL Gelar Lomba Mewarnai Ibu dan Anak, Meriahkan Hari Anak dan HUT ke-80 RI

JurnalKota.net – Bandar Lampung, 31 Agustus 2026 – Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) menyelenggarakan lomba mewarnai ibu dan anak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu (31/8/2026).

Kegiatan berlangsung penuh keceriaan, menghadirkan suasana kebersamaan dan semangat nasionalisme. Cupak Frisyadi turut hadir sebagai narasumber sekaligus juri dalam lomba bertajuk “Warnai Dunia Anak”.

Ketua IKBL, Desiyanti Mahdi Yusuf, menegaskan bahwa lomba mewarnai ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan motorik halus anak-anak.
“Melalui warna, anak-anak dapat mengekspresikan diri, melatih konsentrasi, sekaligus menciptakan keindahan dari setiap goresan mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, Desiyanti menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan IKBL bagi tumbuh kembang anak melalui kegiatan positif dan menyenangkan. Menurutnya, anak-anak yang bahagia dan kreatif akan tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, inovatif, serta percaya diri.

Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang hadir mendampingi serta panitia yang sukses menyelenggarakan acara. “Mari kita jadikan momen ini sebagai ajang untuk bersenang-senang, berbagi pengalaman, dan menciptakan kenangan indah bagi anak-anak kita,” tambahnya.

IKBL berharap lomba ini menjadi langkah kecil untuk melahirkan generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045, di mana masa depan bangsa sangat ditentukan oleh anak-anak hari ini.*

Ketum KNPI Imbau Aksi Massa Tetap Damai dan Kondusif

Jurnal kota net – Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, meminta seluruh kader dan pengurus KNPI di daerah menjaga ketertiban di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Jangan mudah terprovokasi. Tetap kawal aksi dengan damai, fokus pada tujuan demokrasi demi kepentingan bersama,” ujar Haris, Minggu (31/8/2025).

Ia juga mengingatkan para demonstran agar menyampaikan aspirasi sesuai aturan hukum serta menghindari tindakan yang bisa merusak fasilitas publik.

“Fasilitas umum adalah milik kita bersama, jangan sampai aksi merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haris menekankan pentingnya pemerintah dan DPR mendengar suara masyarakat. Menurutnya, gelombang protes yang muncul di sejumlah daerah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan publik.

“Saya berharap para pejabat, khususnya DPR, membuka telinga dan hati untuk mendengar tuntutan rakyat yang menginginkan perubahan,” pungkas Haris.*

 

MPK PB HMI Tegaskan Aksi Damai Konstitusional, Negara Harus Lindungi Hak Warga

JurnalKota.net – LAMPUNG, 30 Agustus 2025 – Situasi keamanan dalam negeri belakangan ini dinilai semakin mencekam akibat ulah provokator yang tidak bertanggung jawab. Menanggapi hal tersebut, Wiedy Widayat selaku Majelis Pengawas dan Konstitusi (MPK) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menegaskan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan terkait.

“Aksi yang dilakukan masyarakat adalah wujud penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Fokus kami tetap pada substansi isi dan kesepakatan dalam aksi, dengan menjunjung tinggi semangat damai, tertib, dan harmonis,” ujar Wiedy Widayat, Sabtu (30/8).

Ia menekankan bahwa segala bentuk tindakan anarkis maupun destruktif bukanlah tanggung jawab organisasi.

“Jika terdapat pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum, maka hal itu merupakan tanggung jawab personal dan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, MPK PB HMI menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Menurut Wiedy, kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa perjuangan demokrasi dan kebebasan berpendapat tidak boleh dibayar dengan nyawa.

“Negara harus hadir untuk melindungi setiap warga yang menggunakan hak konstitusionalnya. Kekerasan, intimidasi, dan tindakan represif tidak boleh lagi terulang di masa depan,” tambahnya.

MPK PB HMI menegaskan bahwa perjuangan yang dijalankan adalah perjuangan damai untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan hak-hak rakyat sebagai pilar utama demokrasi.pihaknya juga menegaskan agar tidak ada lagi korban maupun kerugian yang dampaknya di rasakan Masyarakat. Jangan Anarkis jauhi Pelanggaran Hukum.*

Di Balik Aksi Demonstrasi, PPI Ingatkan Politik Harus Utamakan Kemanusiaan

JurnalKota.net – Jakarta – Satu pekan terakhir, gelombang aksi protes yang meletup di Jakarta hingga sejumlah kota besar di Indonesia meninggalkan jejak luka yang dalam. Jalanan yang dipenuhi asap ban terbakar dan kaca-kaca gedung yang berserakan hanyalah potret luar. Lebih memilukan, nyawa warga biasa melayang sia-sia di tengah pusaran konflik politik.

‎Jumat (29/8/2025) menjadi hari kelam. Empat orang dinyatakan tewas akibat kericuhan di Jakarta dan Makassar. Mereka adalah Affan Kurniawan, pengemudi ojek online; Saiful Akbar, staf kecamatan Ujung Tanah; Akbar, pegawai DPRD Makassar; dan Sarinawati, asisten pribadi anggota DPRD setempat. Tak satu pun dari mereka berasal dari lingkaran elite yang diprotes. Semuanya rakyat biasa, yang justru paling rentan menanggung beban pergolakan sosial.

‎Menyaksikan eskalasi yang kian panas, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menyampaikan seruan untuk meredakan ketegangan. Ketua Presidium PPI, Anas Urbaningrum, mengingatkan agar semangat demonstrasi tidak terjebak menjadi alat adu kuasa.

‎“Sudah bukan zamannya lagi rakyat kecil dijadikan tumbal. Politik harus tunduk pada kemanusiaan,” tegas Anas, Sabtu (30/8/2025).

‎PPI menegaskan, demonstrasi adalah hak demokratis, namun bila dibiarkan tanpa kendali, mudah sekali berubah menjadi aksi anarki. “Begitu aspirasi berubah menjadi amuk, pesan rakyat bisa hilang, diganti isu lain yang tak lagi mewakili suara mereka,” bunyi edaran resmi PPI yang ditandatangani Anas bersama Sekretaris Jenderal SJ Arifin.

‎Dalam pandangan PPI, gelombang kemarahan publik tidak lahir dari ruang kosong. Salah satunya dipicu oleh sikap elite politik yang dinilai tak peka terhadap penderitaan rakyat. Di tengah ekonomi yang lesu, DPR justru merayakan penambahan fasilitas dan tunjangan.

‎“Ketidakadilan semacam itu yang membuat rakyat turun ke jalan,” kata seorang pengurus PPI yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Anas menekankan bahwa perjuangan politik seharusnya membawa demokrasi naik kelas, bukan jatuh ke dalam praktik primitif yang mengorbankan nyawa. Ia mendorong semua pihak untuk melakukan cooling down, membuka ruang dialog, dan mengutamakan persatuan bangsa.

‎“Pendinginan suasana adalah kebutuhan mendesak. Kita harus bisa duduk bersama, merawat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa,” ujar Anas.

‎Dengan sikap ini, PPI menegaskan posisinya sebagai penyalur aspirasi rakyat sekaligus pengingat bahaya bila protes dimanfaatkan kepentingan sempit. Sejarah panjang demonstrasi di Indonesia menunjukkan, aksi jalanan kerap memiliki wajah ganda: menyuarakan rakyat, tapi juga sering dimanfaatkan elite untuk kepentingan politik mereka sendiri.

‎PPI berharap, tragedi yang menimpa Affan, Saiful, Akbar, dan Sarinawati menjadi pelajaran penting. Bahwa demokrasi sejati tak hanya diukur dari perebutan kursi, melainkan dari kemampuan bangsa menjaga kemanusiaan tetap berdiri tegak.*

KNPI Minta Masyarakat Tenang, Haris Pertama Ingatkan Pejabat Jangan Jauh dari Nurani Rakyat

JurnalKota.net – Jakarta – Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi yang terjadi dalam aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 di Jakarta, ketika seorang peserta aksi meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya.

“KNPI berduka cita atas jatuhnya korban jiwa. Ini musibah yang menyayat hati kita semua. Dalam demokrasi, menyampaikan aspirasi adalah hak rakyat, dan seharusnya tidak berakhir dengan korban nyawa,” ujar Haris dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

Haris menghimbau masyarakat, terutama kalangan muda, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Energi generasi muda harus diarahkan untuk membangun bangsa, bukan diseret ke dalam tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun negara”, katanya.

Namun, Haris juga menegaskan bahwa tragedi ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan elit politik yang semakin menjauh dari suara rakyat. Ia mengingatkan para menteri dan anggota DPR agar tidak membuat keputusan yang menambah beban masyarakat.

“Rakyat sedang berjuang dalam kesulitan ekonomi, tapi justru para pejabat kerap membuat kebijakan yang tidak populer dan melukai hati rakyat. Sikap seperti ini sama saja mencoreng nama baik Presiden Prabowo yang sedang berjuang keras untuk membangun bangsa,” tegas Haris.

Menurutnya, pejabat negara harusnya bisa membaca denyut nadi masyarakat dan merasakan apa yang rakyat alami. Kebijakan yang berorientasi pada kepentingan elit hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat, sekaligus mengancam kepercayaan publik.

“Kalau pejabat tidak peka, rakyat akan marah. Padahal, kepercayaan rakyat inilah modal utama Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju kejayaan. Jangan sampai langkah besar Presiden terhambat oleh ulah menteri atau DPR yang abai pada nurani rakyat,” sambungnya.

KNPI menyerukan agar tragedi 28 Agustus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Kedewasaan demokrasi harus dijaga dengan dialog, kebijakan yang berkeadilan, dan empati pemimpin terhadap penderitaan rakyat.

“Jangan pernah jauh dari nurani rakyat. Karena rakyat bukan sekadar angka dalam survei, tapi denyut kehidupan bangsa ini. Hanya dengan berpihak kepada rakyat, kita bisa menjaga stabilitas dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Haris.*

UPT DLH, UPT Perdagangan TKP, dan Paguyuban Pasar Bambu Kuning Bersinergi Atasi Sampah

JK, BANDAR LAMPUNG – Persoalan sampah di Pasar Bambu Kuning kini ditangani melalui kolaborasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPT Perdagangan Tempat Khusus Pasar (TKP), serta Paguyuban Pedagang Bambu Kuning. Sinergi lintas pihak ini bertujuan menciptakan solusi berkelanjutan bagi masalah kebersihan yang selama ini dikeluhkan pedagang maupun pengunjung pasar, Kamis (28/08/2025).

Kegiatan penanganan sampah dilakukan dengan melibatkan pedagang, pengelola pasar, dan instansi terkait. Langkah bersama ini diharapkan dapat menekan volume tumpukan sampah yang muncul setiap hari di kawasan pasar.

Kepala UPT TKP, Hendro Rudiyanto, SH, menyatakan apresiasi atas partisipasi berbagai pihak.

“Persoalan sampah di pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini menjadi awal yang baik menuju pasar yang lebih bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pedagang Bambu Kuning Trade Center (PPBTC), Arnita Purnamawati, menegaskan dukungan penuh dari para pedagang.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Walaupun ada keterbatasan armada dari pihak DLH, dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis persoalan sampah dapat diatasi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT Perdagangan, Supriadi, turut menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan pasar.

Pasar Bambu Kuning merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bandar Lampung. Pasar ini menggabungkan konsep tradisional dan modern dengan tingkat kunjungan tinggi setiap hari. Meski demikian, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius yang kini mulai ditangani secara bersama-sama.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model penerapan kebersihan lingkungan pasar yang berkelanjutan di Bandar Lampung.(kwt)

Pengukuhan Pengurus KAFE Unila Momentum Memperkuat Soliditas Serta Kontribusi Alumni Terhadap Kampus Dan Bangsa

JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG – Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (KAFE Unila), Dr. Edarwan, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas dan kontribusi alumni terhadap kampus dan bangsa.

“Hari ini adalah titik nyala semangat alumni FEB! KAFE bukan sekadar nama organisasi, tetapi rumah yang menyatukan, tangan yang menguatkan, dan api yang menyala untuk kampus, keluarga, dan negeri,” tegasnya saat mengukuhkan pengurus pusat KAFE Unila masa bakti 2024–2029 di Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung, Rabu (27/8/2025) tersebut suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara dipandu Sekretaris KAFE Unila, Ganjar Jationo, S.E., M.A.P., yang juga merupakan alumni FEB Unila. Keakraban di antara para alumni tampak hangat dari awal hingga akhir kegiatan.

Tak hanya itu, pada acara ini juga ada kejutan. Yaitu, adanya pemberian beasiswa KAFE kepada dua mahasiswa yang tidak sanggup membayar UKT (uang kuliah tunggal). Juga disertai acara tanya jawab dan doodprize.

Menurut Dr. Edarwan, KAFE Unila memiliki visi dan misi. Yakni; Visi: Menjadi wadah alumni yang solid, bermanfaat, dan berkontribusi nyata bagi kampus dan bangsa.

“Misi kita yaitu merajut silaturahmi lintas generasi. Kemudian mendukung program strategis fakultas dan universitas. Dan menjadi motor penggerak alumni di era digital dan global, ” terangnya.

Menurutnya, visi dan misi ini bukan sekadar wacana, tetapi komitmen yang harus kita wujudkan bersama.

” Alumni FEB tidak boleh hanya bernostalgia, tetapi harus bergerak, berbuat, dan memberi manfaat,” harap dia.

Acara pengukuhan juga dihadiri perwakilan dari 24 angkatan. Mulai dari alumni tertua Kak Fasa (angkatan 1967) hingga alumni termuda Kak Theo (angkatan 2014). Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya ikatan kebersamaan lintas generasi.

“Obor dinyalakan di malam gelap,
Cahayanya terang membakar motivasi, ” kata penutup Edarwan dengan sebuah pantun motivasi:

Alumni FEB semangatnya tetap,
Berkarya besar untuk kampus dan negeri!

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekompakan, dan loyalitas kita kepada almamater tercinta. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hidup Alumni! Hidup FEB! Hidup Unila!” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga tradisi kekeluargaan di lingkungan alumni.

“Dari dulu sampai sekarang, kita punya tradisi memanggil senior dengan sebutan ‘kakak’ dan junior sebagai ‘adik’. Ini bukan sekadar sapaan, tapi simbol persaudaraan yang harus terus kita pelihara,” ujarnya.

Sementara itu, Kak Fasa, salah satu pendiri KAFE Unila sekaligus alumni angkatan 1967, dalam obrolan santai menyampaikan rasa bangga sekaligus mengenang awal terbentuknya KAFE unila.

“kami duduk bersama di kolam renang Sheraton, berdiskusi bagaimana menjaga silaturahmi alumni. Saya bangga hari ini KAFE tetap eksis dan semakin solid. Mari kita jaga persatuan ini,” pungkasnya.*

Topik Sanjaya Nahkodai PMII Cabang BandarLampung dan Halimatussa’diah Maulidya Ulfa KOPRI Cabang BandarLampung

JurnalKota.net – Bandar Lampung – Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bandar Lampung ke-XXXVIII resmi menetapkan Topik Sanjaya sebagai Ketua Cabang terpilih dan Halimatussa’diah Maulidya Ulfa sebagai Ketua KOPRI (Korp PMII Putri) Cabang Bandar Lampung.

Konfercab ini Mengusung tema “Restrukturisasi Kepemimpinan: Mewujudkan Gerakan Inklusif Menuju PMII Berperadaban Maju”, yang digelar di Aula KNPI Provinsi Lampung, Rabu, 27 Agustus 2025.

Dalam pemilihan Ketua Cabang, Topik Sanjaya berhasil meraih 13 suara dari total 24 suara penuh, mengungguli rivalnya, Satrio. Dengan hasil tersebut, Topik Sanjaya sah memimpin PMII Cabang Bandar Lampung periode mendatang.

Sementara itu, untuk KOPRI (Korp PMII Putri) Cabang Bandar Lampung, Halimatussa’diah Maulidya Ulfa terpilih secara aklamasi, menandakan dukungan dan kepercayaan penuh kader PMII terhadap kepemimpinannya.

Dalam kesempatan itu, Topik Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan tekadnya memimpin PMII Cabang Bandar Lampung dengan visi inklusif.

“Kemenangan ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader PMII Cabang Bandar Lampung. Kita akan restrukturisasi kepemimpinan agar lebih terbuka, merangkul semua elemen, dan memastikan PMII hadir sebagai organisasi yang berperadaban maju,” ujarnya.

Lebih lanjut, Topik menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan anggota PMII Cabang Bandar Lampung atas dukungan yang telah diberikan. Ia menegaskan akan melanjutkan program kaderisasi yang telah dirintis pengurus sebelumnya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kader dan anggota PMII Cabang Bandar Lampung yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh dalam proses konfercab ini.

Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa PMII Cabang Bandar Lampung semakin maju. Kami berkomitmen untuk melanjutkan serta memperkuat program kaderisasi yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya, karena kaderisasi adalah jantung pergerakan PMII dalam melahirkan generasi intelektual, progresif, dan berkarakter. Mari kita bersama-sama membangun gerakan yang inklusif, solid, dan berperadaban,” paparnya.

Sementara itu, Halimatussa’diah Maulidya Ulfa menegaskan komitmennya memperkuat peran KOPRI (Korp PMII Putri) di tubuh PMII.

“Terpilihnya saya secara aklamasi adalah amanah besar. KOPRI akan menjadi garda depan dalam memperkuat gerakan perempuan yang progresif, inklusif, dan setara. Bersama kepemimpinan cabang, kita akan melangkah untuk menjadikan PMII lebih solid dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.*

Hipakad Hadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

LAMPUNG – Perwakilan Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Provinsi Lampung hadiri Rapat Paripurna Istimewa…