Padi Biosalin, Inovasi Cerdas Ubah Tambak Asin Jadi Sawah Produktif di Lampung Selatan
LAMSEL, Sragi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama terus…
Unila Gandeng Antara Gelar Pelatihan Teknik Penulisan Jurnalistik
Lampung – Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ayi…
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025: Menumbuhkan Cinta Bahasa dan Budaya Lampung Sejak Dini
Bandar Lampung — Balai Bahasa Provinsi Lampung kembali menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, sebuah…
HUT Humas Polri Ke-74 : Polda Lampung Gelar Donor Darah, Wujudkan Polri Humanis Untuk Masyarakat
JurnalKota.net – LAMPUNG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Humas Polri Polda Lampung melalui Bidang Humas Polda Lampung menggelar kegiatan donor darah serentak di Polda dan Polres jajaran. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung. Rabu(22/10/25)
HUT Humas Polri ke-74 mengusung tema “Polisi Humanis Harapan Masyarakat”.
Kegiatan sosial ini diikuti oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto, para Pejabat Utama Polda Lampung, personel Polri, ASN, driver ojek online di Provinsi Lampung, serta perwakilan awak media.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung untuk memastikan stok darah di masyarakat tetap aman dan terpenuhi.
Sebagai bentuk apresiasi, Polda Lampung juga memberikan paket beras kepada para driver ojek online dan jurnalis yang telah berpartisipasi untuk mendonorkan darahnya pada kegiatan ini.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari dalam kesempatan nya mengatakan,
“Kegiatan donor darah ini merupakan wujud nyata komitmen Humas Polri sebagai Polisi Humanis yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi dengan PMI Lampung kami tidak hanya merayakan HUT ke-74 Humas Polri, tetapi juga memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mitra transportasi online dan rekan jurnalis,”
“Kami percaya bahwa kepedulian sosial adalah bagian penting dari pelayanan Polri yang humanis dan berempati, kami juga ingin memastikan ketersediaan stok darah di PMI Lampung cukup bagi yang membutuhkan.” Ucapnya
Kegiatan donor darah serentak Polda dan Polres/Ta Jajaran berhasil menarik minat pendonor sebanyak ribuan pendonor dan sudah mendapatkan 930 kantong darah untuk membantu memenuhi stok di PMI Lampung.
Kabid Humas juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kepedulian sosial untuk meningkatkan rasa empati kita terhadap sesama,
“Terima kasih kepada PMI Lampung yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang selaras dengan tema HUT Humas Polri ke-74. Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Lampung.” Ujar Kabid
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat “Polisi Humanis untuk Masyarakat” semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjadi refleksi komitmen Humas Polri dalam mewujudkan pelayanan yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat.*
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, Ajang Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Balai Bahasa Provinsi Lampung kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, sebuah ajang tahunan yang bertujuan melestarikan bahasa daerah dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Provinsi Lampung, dan berlangsung pada 22–24 Oktober 2025 di Aula Balai Bahasa Provinsi Lampung.
Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan serupa dijadwalkan akan digelar pada 28–30 Oktober 2025 mendatang. Festival ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menampilkan kemampuan berbahasa daerah melalui berbagai cabang lomba, seperti membaca cerita rakyat, berpidato, menulis aksara Lampung, hingga bernyanyi lagu Lampung.
Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah lomba bernyanyi lagu Lampung jenjang SD se-Provinsi Lampung. Dalam kategori ini, Andriel Gilbert, siswa SD Negeri 2 Kampung Baru, Bandar Lampung, berhasil meraih Juara Harapan II. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah maupun panitia karena dianggap menjadi bukti nyata semangat pelajar dalam mencintai budaya daerahnya.
Kepala sekolah SD Negeri 2 Kampung Baru, Rahmatiyah, M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian siswanya dalam ajang bergengsi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras Andriel. Ia menjadi contoh bagi teman-temannya untuk terus belajar, berani tampil, dan mencintai bahasa serta budaya Lampung. Festival ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk nyata pelestarian warisan daerah kita,” ujar Rahmatiyah.
Sementara itu, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia FTBI 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Kami ingin menanamkan rasa bangga berbahasa daerah sejak dini. Melalui festival ini, anak-anak dapat menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mengenal nilai-nilai luhur budaya Lampung,” jelasnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda untuk terus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.*
Pengawasan Ormas Diperkuat untuk Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi Nasional
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Rapat Koordinasi Bersama Tim Terpadu Nasional Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan, yang diselenggarakan oleh Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, di Hotel Akar & Resorts, Bandar Lampung, Selasa (21/10/2025).
Rakor yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Politik dalam Menjaga Keamanan, Iklim Investasi, dan Stabilitas Ekonomi Nasional” ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda se-Provinsi Lampung serta Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin.
Dalam sambutannya, Dirjen Bahtiar menegaskan bahwa kebebasan berorganisasi di Indonesia dijamin oleh undang-undang, namun bukan merupakan kebebasan yang bersifat mutlak. Ia menilai bahwa Forkopimda memiliki peran strategis sebagai forum yang menyatukan unsur legislatif, yudikatif, dan eksekutif dalam menjaga ketertiban serta stabilitas demokrasi di daerah.
“Bapak Presiden sangat serius dalam membangun daerah. Kata kuncinya adalah stabilitas sosial dan politik dalam konteks demokrasi,” ujar Bahtiar.
Bahtiar menyampaikan, terdapat lebih dari 633.000 organisasi kemasyarakatan di Indonesia, dengan 10.336 ormas berbadan hukum di Provinsi Lampung. Ia mengapresiasi kontribusi ormas dalam membantu pemerintah di berbagai bidang, namun juga mengingatkan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan organisasi untuk kepentingan yang bertentangan dengan hukum.
“Kita tidak boleh membiarkan ormas disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan undang-undang dan menghambat percepatan pembangunan. Arahan Presiden dan Mendagri jelas, tertibkan yang salah, jangan dibiarkan terus berlanjut,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rakor ini yang dinilainya sangat penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor di daerah. Ia menuturkan, dinamika perkembangan ormas di Provinsi Lampung yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pengawasan dan pembinaan agar tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Perkembangan ormas di Lampung sangat dinamis seiring dengan kemajuan zaman. Namun jangan sampai perkembangan ini justru menggeser fokus dan menghambat stabilitas daerah maupun pertumbuhan ekonomi,” kata Jihan.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung secara rutin melaksanakan Rakor Forkopimda sebagai wujud komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan kepada ormas yang berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
“Selain melakukan pengawasan, kita juga perlu memberikan apresiasi kepada ormas yang berkomitmen membantu pemerintah dalam membangun daerah,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jihan berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kondusifitas daerah, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendukung stabilitas nasional demi kemajuan Provinsi Lampung .*
Pelantikan Pengurus DPW Lasqi Lampung Tandai Semangat Baru Pembinaan Seni Qasidah di Daerah
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG —– Sekjen DPP Lasqi Nusantara Jaya Aminundin melantik Agnesia Wulan Marindo, sebagai Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung masa bakti 2025-2030, disaksikan Dewan Pembina Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).
Sekjen Aminundin, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Lasqi memiliki trilogi utama, yakni dakwah, pembinaan, dan pelestarian seni budaya Islam.
Ia juga memaparkan sejumlah program nasional Lasqi lima tahun ke depan, termasuk pelaksanaan Festival Lasqi Nusantara jaya 2025 di Kabupaten Bogor, serta rencana kegiatan di berbagai provinsi hingga tahun 2030.
“Lampung menjadi salah satu provinsi yang aktif dalam pembinaan seni qasidah. Kami berharap Lampung dapat kembali menjadi tuan rumah ajang nasional di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Wulan Marindo, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk memajukan Lasqi di Lampung.
“Lasqi Nusantara Jaya bukan sekadar wadah seni qasidah, melainkan ruang bagi ekspresi budaya Islami yang membangun karakter umat. Di era digital ini, Lasqi memiliki peluang besar untuk menjangkau generasi muda dan memperkenalkan wajah Islam yang damai dan kreatif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPW dan DPD kabupaten/kota agar program kerja Lasqi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Seperti orkestra, setiap daerah memiliki suara khasnya, tetapi keindahan sejati baru terdengar ketika semuanya berpadu selaras,” ucapnya.
Agnesia menambahkan, Lasqi Nusantara Jaya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membina generasi muda, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan melestarikan budaya daerah.
“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan masa bakti ini sebagai momentum kebangkitan Lasqi Nusantara Jaya di Provinsi Lampung,” ujarnya
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pengembangan seni dan budaya Islami sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat diemban dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan dalam memajukan seni serta budaya Islam di Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai,” ujarnya.
Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa pelantikan pengurus Lasqi Nusantara Jaya merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat seni dan budaya Islami di tengah masyarakat.
Ia menilai, qasidah dan gambus bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan pembinaan moral yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.
“Kalau kita menengok ke belakang, seni qasidah sudah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita. Irama gambus yang khas dan liriknya yang sarat pesan moral telah mengiringi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan dan regenerasi dalam seni qasidah.
Ia menyampaikan tiga hal penting yang menjadi arah pembinaan Lasqi Nusantara Jaya ke depan, yakni memperkuat pembinaan dan regenerasi seni qasidah di kalangan generasi muda.
“Anak muda perlu kita dorong agar melihat qasidah bukan hal kuno, tapi seni Islami yang relevan, penuh nilai, dan bisa menjadi ekspresi positif mereka,” ujarnya.
Selanjutnya, membangun kolaborasi lintas sektor dimana Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara Lasqi dengan pemerintah daerah, sekolah, pesantren, dan lembaga keagamaan agar kegiatan seni budaya Islami semakin produktif, mendidik, dan berdaya guna serta menjadikan Lasqi Nusantara Jaya sebagai ruang pemersatu.
Sekdaprov Marindo berharap Lasqi menjadi wadah sinergi antara para seniman, tokoh agama, dan masyarakat dalam membawa pesan moral, spiritual, dan kebangsaan melalui karya seni.
“Seni qasidah harus menjadi media yang menumbuhkan harmoni sosial dan memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Lasqi melalui sinergi program pembinaan seni dan budaya hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi titik awal semangat baru untuk membangun Lampung yang berkemajuan, religius, dan berbudaya. Mari kita jadikan seni qasidah sebagai kekuatan spiritual sekaligus sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.*
Pemprov Lampung Siap Sukseskan Kejurnas FYBI Piala Kemenpora 2025
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Pemprov Lampung mendukung penuh penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Youth Band Indonesia (Kejurnas FYBI) Piala Kemenpora 2025 yang akan digelar di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung 25–26 Oktober 2025 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat menerima Pengurus Pusat Federasi Youth Band Indonesia (FYBI), di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).
Ketua Umum FYBI Hermanto mengatakan Kejuaraan FYBI 2025 akan diikuti lebih dari 3.000 pegiat Marching Band/Drum Band se-Indonesia. Dan sudah dipastikan 6 Provinsi akan turut berpartisipasi yakni Riau, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah (menunggu konfirmasi), dan tuan rumah Lampung.
Ajang tahunan ini akan mempertandingkan tiga kategori lomba: parade budaya, lomba display, dan lomba kreativitas musik. Peserta terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Target awal kami 5.000 peserta, namun karena perubahan lokasi dan pertimbangan teknis, kami fokuskan di Lapangan Korpri. Alhamdulillah antusiasme peserta tetap tinggi,” ujar Hermanto.
Ia menambahkan, FYBI menghadirkan dewan juri nasional untuk menjaga objektivitas penilaian. Menurutnya, meski Lampung telah dua kali berturut-turut menjadi juara umum Kemenpora Cup, FYBI berkomitmen menyelenggarakan kompetisi yang adil dan transparan.
Dalam kesempatannya, Wagub Jihan menyambut baik pelaksanaan Kejurnas FYBI di Lampung. Ia menyatakan bahwa Pemprov Lampung siap memfasilitasi dan bersinergi dalam mendukung suksesnya acara tersebut.
“Kami tentu mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini menjadi momentum bagi Lampung untuk menjadi tuan rumah yang baik dan ramah. Silakan berkoordinasi lebih lanjut dengan OPD teknis terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dispora, dan dinas kesehatan,” ujar Wagub Jihan.
Jihan juga menyarankan agar panitia menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk tim kesehatan dan ambulans, mengingat sebagian besar peserta merupakan anak-anak usia sekolah.
Dengan berbagai persiapan dan dukungan dari berbagai pihak, Kejurnas FYBI 2025 diharapkan menjadi ajang yang tak hanya mencetak prestasi, tetapi juga mempererat persatuan dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Indonesia. *
Akad Massal KUR bagi 800 Ribu Pelaku UMKM Digelar Serentak di 38 Provinsi, Lampung Terima Alokasi Rp919 Miliar
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar serentak di 38 provinsi seluruh Indonesia melalui virtual meeting bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Aula Mahan Agung, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan nasional ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di seluruh daerah. Program KUR massal dirancang untuk mempercepat penyaluran permodalan, memperkuat struktur usaha kecil, serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.
Presiden Prabowo Subianto, yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memimpin langsung prosesi akad massal secara hybrid dari pusat acara di Surabaya, Jawa Timur, terhubung secara virtual dengan seluruh pemerintah provinsi di Indonesia. Setiap daerah menjadi lokasi pelaksanaan simultan, melibatkan perwakilan UMKM penerima KUR, perbankan penyalur, serta unsur pemerintah daerah terkait.
Di Provinsi Lampung, pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Aula Mahan Agung dan diikuti oleh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kepala Bappeda, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, serta jajaran kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan lembaga keuangan penyalur KUR. Acara berlangsung tertib dan interaktif, menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa kegiatan akad massal KUR berlangsung serentak di seluruh Indonesia, dihadiri oleh para gubernur dari 38 provinsi, kepala dinas, serta pelaku UMKM. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mendukung akses pembiayaan bagi UMKM.
Ia menjelaskan, peningkatan penyaluran KUR ini penting karena menunjukkan pergeseran dari pembiayaan konsumtif ke produktif yang dapat menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat basis ekonomi nasional. Dari total 3,7 juta debitur KUR, program ini diperkirakan telah menciptakan 6–9 juta lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.
Menteri Maman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyaluran KUR dan menargetkan 62% alokasi ke sektor produksi pada tahun 2026. Ia juga menyoroti pentingnya menggeser tenaga kerja UMKM dari sektor informal ke formal melalui berbagai program perlindungan sosial, kesehatan, dan asuransi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaku UMKM adalah pahlawan ekonomi bangsa, dan program KUR merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif di seluruh daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengumumkan kebijakan penghapusan utang macet UMKM, agar pelaku usaha terdampak dapat kembali memperoleh akses kredit. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp300 triliun, dengan alokasi sektor produksi ditingkatkan menjadi 65%, naik dari capaian 60% sebelumnya.
Ia menyoroti bahwa kualitas penyaluran KUR terus membaik, dengan tingkat kredit macet (NPL) hanya 2,28%, jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman non-KUR yang mencapai 4,55%. Pemerintah juga mendorong perluasan penyaluran KUR ke luar Pulau Jawa serta memperkuat sektor padat karya seperti industri tekstil, sepatu, kulit, dan pertanian rakyat, termasuk komoditas tebu.
Selain itu, Airlangga meluncurkan program Kredit Perumahan Rakyat dengan tambahan anggaran Rp130 triliun di luar KUR utama, yang ditujukan untuk membangun 320 ribu unit rumah serta mendukung kontraktor lokal UMKM agar berperan dalam pembangunan perumahan rakyat.
Menutup sambutannya, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan program ini, serta menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung memantau pelaksanaan KUR sebagai salah satu instrumen utama dalam pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri dan berkeadilan.
Dalam kesempatan ini, Provinsi Lampung menerima alokasi dana sebesar Rp919 miliar yang didistribusikan bagi 15.381 debitur di seluruh kabupaten/kota.
Penyerahan KUR secara simbolis diberikan kepada empat debitur, yaitu Thian Saputra (usaha bengkel dan sparepart motor, senilai Rp20 juta), Dian Ratnasari (usaha furniture, senilai Rp50 juta), Rahmat Hidayat (usaha bengkel las, senilai Rp50 juta), dan Muhammad Suharto (usaha warung sembako, senilai Rp70 juta). Prosesi penandatanganan dilakukan secara langsung dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf.*
Angkat Isu Keadilan Gender Dalam Transisi Energi, Dua Mahasiswa Unila Harumkan Lampung di Forum Energi ASEAN 2025
JurnalKota.net – KUALA LUMPUR — Dua mahasiswa Universitas Lampung, Salsa Bila Wijaya dan Ryan Mukti Sasongko, sukses mengharumkan nama kampus dan daerahnya di ajang The 5th ASEAN International Conference on Energy and Environment (AICEE) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 15–17 Oktober 2025.
Keduanya menjadi wakil Indonesia dalam forum bergengsi yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan se-ASEAN untuk membahas arah masa depan energi kawasan. Dalam sesi bertajuk Just and Inclusive Energy Transition, Salsa dan Ryan tampil sebagai presenter utama, membawakan hasil riset mereka yang menyoroti kesenjangan gender dalam kebijakan energi di Asia Tenggara.
Lewat penelitian berjudul “Gender Disparities and Energy Sustainability: Women as Catalysts in Indonesia, Vietnam, and Philippines’ Renewable Transitions,” Salsa dan Ryan menyoroti fakta bahwa sebagian besar kebijakan energi di kawasan ASEAN masih “gender-blind”, atau belum sepenuhnya mempertimbangkan peran perempuan dalam perencanaan dan implementasi transisi energi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi bukan sekadar urusan teknologi atau ekonomi. Ia juga tentang keadilan sosial dan keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan,” ujar Salsa Bila Wijaya, mahasiswa Fakultas Hukum Unila yang tampil percaya diri di hadapan panelis dan peserta internasional.
Sementara itu, Ryan Mukti Sasongko dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menegaskan pentingnya dukungan institusi terhadap riset mahasiswa. “Kami percaya prestasi akademik akan tumbuh jika kampus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada mahasiswanya. Pengalaman ini membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah pun bisa bersuara di forum global,” ujarnya.
Dalam sesi presentasi yang digelar di Room 302 pada hari pertama konferensi, keduanya memaparkan empat pilar utama dari ASEAN Gender-Responsive Energy Transition Framework (AGRETF), yaitu Capacity Building and Education, Inclusive Decision-Making, Economic Empowerment, serta Gender-Sensitive Monitoring and Evaluation.
Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dari panelis dan peserta, termasuk perwakilan dari ASEAN Centre for Energy (ACE) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), yang menilai penelitian mereka sebagai kontribusi penting dalam memperkaya perspektif sosial dalam kebijakan energi kawasan.
*Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung*
Perjalanan Salsa dan Ryan menuju Kuala Lumpur tidaklah mudah. Di awal, keduanya sempat menghadapi kendala pendanaan dan keraguan dari sebagian pihak terhadap relevansi kegiatan ini bagi institusi. Namun semangat mereka tidak surut.
Beruntung, dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui fasilitasi langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang membantu keberangkatan keduanya sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan kapasitas intelektual generasi muda Lampung di kancah internasional.
“Awalnya kami sempat merasa kecewa karena ada yang meragukan kegiatan ini. Tapi kami tetap maju karena ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari Lampung juga bisa berkontribusi di level ASEAN,” tutur Salsa.
Forum Energi ASEAN dan Arah Baru Transisi Rendah Karbon
AICEE 2025 merupakan bagian dari rangkaian besar KTT ASEAN ke-47 yang terintegrasi dengan ASEAN Business Forum (AEBF) dan ASEAN Minister on Energy Meeting (AMEM). Konferensi ini mengusung tema “Advancing Low-Carbon Development through Inclusive Regional Cooperation.”
Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari berbagai kementerian energi negara-negara ASEAN, lembaga internasional seperti GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit), serta para pemimpin tinggi kawasan, di antaranya Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim, Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia, dan Prof. Tetsuya Watanabe, Presiden ERIA.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) — dokumen strategis yang menjadi peta jalan kerja sama energi berkelanjutan di Asia Tenggara.
Selain mempresentasikan riset, Salsa dan Ryan juga mengikuti networking session dan poster showcase yang menampilkan inovasi energi terbarukan dari berbagai universitas di kawasan. Mereka turut berkunjung ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), belajar langsung tentang bagaimana lembaga pendidikan tinggi di Malaysia mengintegrasikan kebijakan energi ramah lingkungan dalam sistem akademiknya.
Bagi keduanya, pengalaman ini bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang pembelajaran moral dan keberanian. “Kami belajar bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari panggung, tetapi dari tekad untuk tetap berjuang ketika dukungan terasa minim,” ungkap Ryan.
Kisah perjuangan dua mahasiswa Unila ini menjadi inspirasi baru bagi kalangan akademik di Lampung. Bahwa keberanian untuk melangkah ke forum internasional bukanlah mimpi yang mustahil, selama ada keyakinan, kerja keras, dan dukungan nyata dari berbagai pihak. (*)
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Santri Lampung Didorong Jaga Nilai Kebangsaan dan Majukan Peradaban
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh santri di Provinsi Lampung untuk terus berperan aktif menjaga nilai nilai kebangsaan dan memajukan peradaban di tengah perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada saat menjadi Pembina Apel pada peringatan Hari Santri Nasional 2025, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (22/10/2025).
Membacakan sambutan Menteri Agama RI, Gubernur Mirza menekankan pentingnya peran santri sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus penggerak kemajuan peradaban.
“Hari Santri tahun 2025 mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Tema ini mencerminkan tekad santri untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi menjadi pelaku sejarah baru,” ujar Gubernur Mirza membacakan sambutan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Pada kesempatan itu pula, Menteri Agama menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka,” ujar Menag.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama telah hadir langsung di lokasi kejadian, memberikan bantuan dan memastikan proses pemulihan berjalan baik.
“Ini momentum bagi kita semua untuk berbenah agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” lanjutnya.
Untuk diketahui, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berakar dari Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 1945, yang menjadi tonggak perlawanan terhadap penjajahan.
“Resolusi Jihad membakar semangat perjuangan hingga pecah peristiwa heroik 10 November yang kini kita kenal sebagai Hari Pahlawan,” ujar Menag.
Peringatan Hari Santri tahun ini menjadi istimewa karena menandai 10 tahun penetapan Hari Santri oleh pemerintah pada 2015.
“Dalam satu dekade, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Kini, menurutnya, santri menghadapi jihad baru: mempertahankan kemerdekaan melalui ilmu pengetahuan, akhlak, dan inovasi.
“Santri harus hadir sebagai pembawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegasnya.
Lebih dari itu, Menag juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung pesantren, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, hingga Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang mengatur Dana Abadi Pesantren.
“Semua ini adalah bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah kini melibatkan pesantren dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG)
“Program ini adalah bentuk perhatian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan santri,” katanya.
Menag berpesan agar santri masa kini tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital, katanya, harus menjadi ladang dakwah baru bagi santri Indonesia.
“Kepada seluruh santri, jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tapi peluklah inovasi zaman,” pesan Menag.
Apel peringatan di Lapangan Korpri itu diikuti oleh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Lampung. Para peserta tampak mengenakan busana khas santri.
Pada Peringatan Hari Santri tersebut, Gubernur Mirza menyerahkan secara simbolis Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 orang pengurus pondok pesantren. Hal ini sebagai wujud kepedulian Gubernur Lampung dalam memberikan perlindungan bagi pekerja bukan penerima upah sektor pengurus pondok pesantren.
Dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat jaminan kematian secara simbolis.
Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada juara MQK-Internasional; penyerahan piagam dan SK Izin Operasional Pondok Pesantren; penyerahan simbolis bibit pohon; dan reward KUA dengan capaian wakaf catin terbaik.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lampung berlangsung penuh khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang berkeadaban.*
Seminar Kependidikan di Unila Dorong Siswa Lampung Siapkan Diri Hadapi Persaingan Masuk PTN dan Sekolah Kedinasan
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong para siswa kelas XII SMA, MA, dan SMK di Provinsi Lampung untuk mempersiapkan diri secara matang menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) maupun sekolah kedinasan.
Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Acara Seminar Kependidikan bertajuk “Sukses Masuk PTN/PT Kedinasan Impian: Lampung Maju”, yang digelar di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Bandarlampung, Rabu (22/10/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan kemajuan Lampung. Ia menyoroti bahwa setiap tahun terdapat sekitar 110.000 lulusan SMA di Provinsi Lampung, namun hanya sekitar 20 persen yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Dari 110.000 lulusan, hanya sekitar 23.000 yang melanjutkan kuliah, dan hanya sekitar 4.000 yang berhasil lulus perguruan tinggi. Kondisi ini harus kita ubah,” ujar Gubernur Mirza di hadapan ribuan siswa yang hadir.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan alam, tetapi juga pada kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing. Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang mampu mengolah potensi terbatas menjadi nilai tambah besar berkat kemampuan manusia yang kreatif dan terdidik.
“Kekayaan alam bisa habis, tapi SDM yang cerdas akan menciptakan kekayaan baru. Karena itu, kalian, anak-anak SMA hari ini, adalah masa depan Lampung,” ujarnya.
Gubernur Mirza menekankan pentingnya perencanaan, disiplin, dan kerja keras untuk meraih cita-cita. Ia mengingatkan para siswa bahwa persaingan untuk masuk perguruan tinggi tidak hanya antar sekolah di daerah, tetapi juga dengan jutaan pelajar di seluruh Indonesia.
“Kalian tidak bersaing dengan 36 teman sekelas, tetapi dengan lebih dari 4 juta lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Maka, usaha dan belajarnya juga harus lebih keras,” ujarnya.
Gubernur Mirza juga berpesan agar para siswa tidak mudah menyerah dan terus mengembangkan diri. Ia menyebut proses belajar sebagai perjalanan seumur hidup yang akan menentukan masa depan seseorang.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga mengapresiasi dukungan Ganesha Operation yang turut berperan dalam meningkatkan semangat belajar siswa di Lampung.
“Terima kasih kepada Ganesha Operation atas dukungannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung. Semoga anak-anak kita bisa lulus UTPK, masuk perguruan tinggi terbaik, dan menjadi SDM unggul bagi Lampung,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Mirza mendoakan agar para siswa Lampung dapat meraih kesuksesan akademik dan menjadi generasi yang mampu membawa daerah ini menuju kemajuan.*
Muswil Dekopin Lampung Dorong Penguatan Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
JurnalKota.net – BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Ferry Joko Yuliantono mengikuti Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Lampung di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (22/10/2025).
Muswil yang mengusung tema “Pulih, Bangkit, dan Maju: Gerakan Koperasi untuk Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” tersebut diikuti Menkop Ferry Joko Yuliantono secara virtual. Sedangkan Gubernur Mirza hadir bersama Bendahara Dekopin Pusat, Putri Zulkifli Hasan; unsur Forkopimda Provinsi Lampung; serta para pengurus Dekopinwil se-Lampung.
Muswil tersebut bertujuan untuk memilih kepengurusan baru Dekopinwil Lampung sekaligus memperkuat komitmen gerakan koperasi sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Joko Yuliantono menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengembalikan peran koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat. Ia menyebut Dekopin sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis gotong royong.
“Bapak Presiden berkomitmen memperkuat kembali peran koperasi sebagai kekuatan ekonomi nasional. Kami berharap Lampung dapat menjadi provinsi percontohan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang siap beroperasi,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih akan dikembangkan di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia, sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi tersebut diharapkan mampu tumbuh sejajar dengan BUMN dan perusahaan besar, hingga menjangkau pasar nasional dan internasional, serta menjadikan masyarakat lebih mandiri dan sejahtera.
Sementara itu, Bendahara Dekopin Pusat Putri Zulkifli Hasan menyebut Muswil ini sebagai momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dan motor penggerak kesejahteraan masyarakat Lampung.
“Lampung memiliki potensi ekonomi rakyat yang luar biasa, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan berbasis desa. Potensi ini perlu didorong melalui wadah ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui koperasi, kita ingin mengembalikan semangat gotong royong dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dengan berbagai komoditas unggulan seperti beras, jagung, singkong, gula, kopi, dan ternak. Namun demikian, kekayaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya memakmurkan masyarakat karena lemahnya penguasaan terhadap tata niaga dan rantai bisnis.
“Koperasi memiliki peran penting sebagai kunci penguatan ekonomi masyarakat agar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk lokal. Koperasi harus menjadi sarana untuk mendorong pengolahan komoditas, agar tidak hanya dijual mentah tetapi memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan dukungannya terhadap program nasional Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah memperkuat ekonomi berbasis desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Dekopin untuk memastikan program tersebut tersampaikan hingga ke masyarakat akar rumput.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan rumah bagi anggota Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang sebagai bentuk nyata perhatian koperasi terhadap peningkatan kesejahteraan anggotanya.*
Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Siapkan SMA Unggul Garuda di Desa Marga Catur, Kalianda, Lampung Selatan
JurnalKota.net – LAMPUNG SELATAN —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dalam kunjungan kerja ke calon lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Provinsi Lampung, Rabu (22/10/2025).
Kunjungan yang berlangsung di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ini diproyeksikan menjadi salah satu titik awal pengembangan sekolah unggulan berstandar nasional di bawah program SMA Garuda.
Selain di Lampung Selatan, rencananya akan dibangun juga SMA Garuda di Pekon Bumi Arum, Kabupaten Pringsewu.
Program SMA Garuda merupakan inisiatif pemerintah pusat yang diluncurkan pada Oktober 2025 yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan menengah berkualitas dan menyiapkan generasi unggul di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
SMA Garuda memiliki dua skema utama, yakni Sekolah Garuda Transformasi, yaitu penguatan sekolah menengah atas yang sudah ada, serta Sekolah Garuda Baru, yaitu pembangunan sekolah unggulan di daerah yang dinilai memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan pendidikan.
Program ini diharapkan menjadi model pendidikan menengah berstandar nasional, yang mengintegrasikan kurikulum berbasis riset, inovasi teknologi serta pengembangan karakter dan kepemimpinan siswa.
Sekolah ini sendiri akan mengadopsi sistem pembelajaran berbasis riset, penguatan literasi digital, serta pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan.
Pemerintah menargetkan sebanyak 100 Sekolah Garuda beroperasi pada 2029, yang terdiri atas 80 Sekolah Garuda transformasi dan 20 Sekolah Garuda baru, termasuk di Lampung
Kunjungan kerja Wamen Stella Christie dan Wagub Jihan Nurlela ini menandai langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan menengah berkualitas di Bumi Ruwa Jurai.
Melalui kehadiran SMA Unggul Garuda, Lampung diharapkan menjadi salah satu pusat lahirnya generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.*
Pemprov Lampung Lestarikan Budaya Daerah Lewat Pekan Kebudayaan Daerah IV 2025
JurnalKota.net – Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian budaya daerah. Upaya tersebut tercermin dalam rangkaian penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV Tahun 2025 yang digelar di Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan yang diawali dengan penampilan seni budaya oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) PKK Bandar Lampung ini berlangsung meriah dan penuh makna.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial Firsada, serta pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Dra. Heni Astuti, M.IP.
Beragam pertunjukan seni dan budaya menghiasi perhelatan PKD IV, mulai dari tari tradisional Lampung, pertunjukan musik daerah, hingga penampilan khas “Bebay Bertabuh” yang akan digelar besok Kamis ( 22/10/2025), sebuah tradisi musik Lampung yang melambangkan harmoni antara seni, perempuan, dan budaya.
Secara etimologis, bebay berarti “perempuan” atau “gadis”, sedangkan bertabuh berarti “menabuh” atau memainkan alat musik tradisional. Tradisi ini menjadi simbol penting peran perempuan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni serta budaya lokal.
Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para siswa SLBN PKK Bandar Lampung yang telah menampilkan karya terbaik mereka.
“Saya sangat terkesan dengan penampilan adik-adik dari SLBN PKK Bandar Lampung. Mereka tampil luar biasa dan membanggakan kita semua. Terima kasih kepada para pendidik dan pelatih yang telah membimbing anak-anak kita dengan penuh dedikasi,” ujar Wulan.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PKD IV.
“Semoga kegiatan ini menjadi ruang kreatif sekaligus ajang apresiasi bagi pelajar dan seniman daerah, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat Provinsi Lampung dalam melestarikan budaya kita tercinta,” tambahnya.
Usai acara, Wulan Sari Mirza berkesempatan meninjau Teater Terbuka serta mengunjungi stan pameran lukisan dan berbagai area di lingkungan Taman Budaya Lampung, yang menampilkan karya-karya seniman lokal.
Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Erric Syah, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah sukses menggelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para seniman, asisten seniman, serta para siswa yang telah menampilkan karya luar biasa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Dra. Heni Astuti, M.IP, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaannya menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokus program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025.
“Tahun ini, terdapat lima sekolah di Provinsi Lampung yang menjadi lokus kegiatan GSMS. Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar dan sukses hingga kita dapat menyaksikan hasil karya anak-anak yang telah berlatih selama tiga bulan,” ungkap Heni.
Ia berharap agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat pembinaan seni dan budaya di masa mendatang.
“Kami berharap Gerakan Seniman Masuk Sekolah dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pembelajaran kreatif dan pelestarian budaya bagi generasi muda,” tutupnya.
Pekan Kebudayaan Daerah IV Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung terhadap kekayaan budaya daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi perempuan seperti TP. PKK serta DWP, pelestarian budaya Lampung diyakini akan terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.*